Tuesday, 27 May 2014

Cara Berpuisi Dengan Baik Dan Benar

"Cara Berpuisi Dengan Baik Dan Benar"


   Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra yang sarat dengan keindahan. Berbeda dengan prosa. puisi dalam menyampaikan makna lebih tersirat sedangkan prosa cenderung menceritakan maupun menjelaskan secara gamblang. Oleh karena itu pembaca puisi dituntut menggunakan perasaan dalam memaknai sebuah puisi. Dari itulah puisi membutuhkan keindahaan agar dapat menarik pembaca.

   Puisi menurut waktu digolongkan menjadi dua, puisi lama dan puisi baru. Puisi lama memiliki banyak aturan diantaranya, penggunan sajak, jumlah bait, jumlah baris setiap bait, jumlah suku kata dalam setiap baris, dan gaya bahasa tertentu yang memiliki aturan tetap. Contoh puisi lama adalah pantun, mantra, soneta, dan banyak lainnya. Sedangkan puisi baru atau modern lebih bersifat bebas yang diutamakan adalah keindahan dalam diksi atau pemilihan kata, bentuk tidak penting, namun isi itulah yang mewakili sebuah puisi. Dalam puisi baru tidak ada lagi penggolongan karena dalam puisi baru bersifat bebas tanpa ada penggolongan.

   Banyak orang mampu menulis puisi, namun tidak banyak puisi yang mampu menarik perhatian banyak orang. Hanya ada satu orang puisikus yang melegenda yakni Sang Maestro Chairil Anwar. Sampai sekarang puisinya masih sering di perdengarkan di acara-acara tertentu. Untuk itu diharapkan akan muncul Chairil Anwar-Chairil Anwar baru yang mampu menghidupkan kembali gelora dalam dunia puisi. Dan anda sebagai pembaca cobalah untuk berpuisi sebanyak-banyaknya. Dan ini beberapa tips agar mampu mencipta puisi dengan baik.

  1.      Sering membaca contoh-contoh puisi
  2.      Cobalah pergi ke tempat-tempat yang jarang dikunjungi, biasanya inspirasi datang dari tempat yang berkesan.
  3.      Ingatlah kejadian-kejadian yang paling indah atau bahkan yang paling sedih. Itupun bisa menjadi sumber inspirasi.
  4.      Setelah mendapat inspirasi gunakan emosionalmu sehingga kamu dapat terhanyut dalam inspirasimu kalau memang perlu berteriaklah, marahlah, berlarilah, jika inspirasimu berupa suatu kemarahan. Namun jika inspirasimu berupa kesedihan maka jangan kamu tahan biarkan air mata menetes.
  5.      Lalu ungkapkan apa yang kamu rasakan misalnya : dinginya angina malam, jantung yang bergenderang, hati yang melayang atau yang lainnya.
  6.      Langkah terakhir tulis yang kamu rasakan dalam secarik kertas.

   Ada sedikit tambahan bahwa kemampuan seorang membuat puisi meningkat dua puluh kali saat dia sedang kasmaran... hehehe...

Contoh-contoh puisi :

Aku

Kalau sampai waktuku
Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Hingga hilang pedih peri

Dan aku lebih tidak perduli

Aku mau hidup serilbu tahun lagi

(Chairil Anwar)

   Dalam puisi di atas citraan penglihatan yang terasa ada dalam angan-angan pembaca. Pembaca seolah terlihat berharap masih ingin hidup lama.

   Di samping citraan/imajinasi visual (yang menimbulkan pembaca seolah-olah dapat melihat sesuatu setelah membaca kata-kata tertentu), terdapat pula imajinasi lain, seperti imajinasi auditory (pendengaran), imajinasi articulatory (seolah mendengar kata-kata tertentu), imajinasi alfaktory (seolah membau/mencium sesuatu), imajinasi organik (seolah Anda seperti merasa lesu, capek, ngantuk, lapar, dan sebagainya).

   Setelah Anda dapat menafsirkan lambang-lambang dalam puisi, untuk mewujudkan keutuhan makna, Anda dapat lakukan langkah parafrasa puisi, memberi tanda jeda, serta tekanan atau intonasinya.

   Yang perlu diingat bahwa dalam mencoba memahami sebuah puisi perlu memperhatikan judul, arti kata, imajinasi, simbol, pigura bahasa, bunyi/rima, ritme/irama, serta tema puisi.

Selamat mencoba....!!!

Berpuisilah dan bangkitkan lagi gairah puisi di bidang seni...

Sekian Artikel dari saya semoga bisa bermanfaat...

"Terima Kasih"

0 comments:

Post a Comment